Eurotrip 10: About Paris dan Copet!

Yess, perjalanan kami hampir usai. Sesampainya di Basel, Siwtzerland kami sadar sebentar lagi harus kembali ke kenyataan hidup yang pahit, yaitu bekerja.. hahaha

Kami sampai di Paris dengan naik kereta city line dari Paris. Sesampainya di Paris de Lyon, kami naik Metro menuju lokasi hotel kami St. Martin. Pilihan hotel termurah kami jatuh di Ibis Hotel, meski harganya murah tapi ternyata lokasinya sangat jauh dari stasiun utama.

Alhasil, kami harus ganti metro 1x dan menggeret-geret dan menggotong koper yang mulai berat ( sesungguhnya kami sangat rindu suami yg kami bayangkan pasti bisa bantu bawain koper ini). Anehnya banyak orang baik yang bersedia bantu angkat koper temen saya(koper saya gak ada yang bantu mungkin karena perawakan saya gemuk jadi dipikir kuat,.. ya sudahlah).

Eits, jangan senang dulu ini saya mau cerita bagaimana kesan saya tentang paris.

Saya bersyukur bahwa kami hanya singgah 2 malam karena akan naik pesawat menuju Jakarta. Kami membeli tiket Thai Airways PP dari Jakarta Paris, itulah alasan mengapa saya singgah di Paris.

Kok cuman sebentar dibilang beruntung? Karena, yang saya bayangkan Paris kota romantis, indah bersih dan cantik. No, no, no!!

Pertama, saat naik metro terasa kereta berjubel dan seorang wanita berpakaian pekerja dengan sweater dsn rambut panjang kedapatan menaruh tanganya didalam tas saya?? Whaat saya tegur dia langsung tanganya megang train handle. Yup! Saya hampir kecopetan!! Seketika saya check passport dan dompet masih ada! Jadi my first 10 minutes experience di Paris (hampir kecopetan)!. What an exclusive experience!

Sore hari kami melewati kanal St. Martin yang cukup menarik, hotel kami terletak di ground level dan ada 4 kasur dan salah satu kasurnya adalah queen bed. Wah lumayan murah juga ini hotel. Sore hari kami hanya cari makan ke supermarket terdekat dan tidur.

Keesokan harinya, kami bangun menggigil, padahal di Swiss saya merasa panas eh di Paris dingin parah. Kami menargetkan Eiffel tower dan Muse de Louvre hari ini. Bermodalkan screenshot google map saat dapat wifi di hotel kami memberanikan diri naik metro menuju ke Muse de Louvre. Tips untuk bisa foto tanpa banyak cendol(baca:turis) adalah datang jam 8 pagi. Hohoho pantesan kedinginan ya sis.. namuuun jangan kaget, disitu sudah banyak penjaja dagangan baik gantungan kunci dan tempelan kulkas yang akan nempel kaya perangko dan gak akan pergi sampe kamu beli. Mereka bahkan ngomog bahasa indonesia. Mereka tau kita turis! Serem deh, mau foto jadi susah dan akhirnya terpaksa si tante beli oleh2 deh tapi tetep aja mereka ngintilin kita. Stalker!

Setelah puas berpose ria, kami mencari metro dan mengarah ke Tour de Eiffel!

Apa yang dibenak kami tersirat, duduk manis dirumput, piknik manis sambil memandang menara eiffel.. ZONK!! Si pedagang kaki lima mengintil aja, maksa kami beli dagangan, jadi beneran deh untuk dapat foto yang proper itu perjuangan banget!

Sesudahnya kami berjalan santai berfoto disekitar sudut yang sebenarnya memang cantik tapi terlalu banyak imigran, pencopet, polisi dan pedagang yang memaksa beli.

Sudut kota sendiri, banyak juga berbagai lokasi yang kotor bahkan di dalam stasiun metro kami menemukan pengemis, dan lain lain. Saat kamu travel ke Paris selalu saling jaga sama temen. Jangan lengah, saya merasa Jakarta jauh lebih aman deh.

Well, Paris is interesting but i am not gonna comeback except if to go to europe the cheapest flight is from there!

Kalau pengalaman kamu yg menarik aoa ya? Let me know.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s